Minggu, 04 Maret 2012

Mengenal PPAD

Purnawirawan TNI AD
MENGENAL PERSATUAN PURNAWIRAWAN TNI ANGKATAN DARAT (PPAD)
Oleh : KIKI SYAHNAKRI
Banyak kalangan yang belum mengenal bahkan mungkin belum sempat mendengar nama PPAD singkatan dari Persatuan Purnawirawan (TNI) Angkatan Darat. Berkaitan dengan HUT-nya yang ke-3 pada tanggal 6 Agustus 2006 kemarin kiranya perlu diperkenalkan organisasi berumur belia ini kepada publik. Apalagi HUT tersebut dijadikan momentum untuk melakukan refleksi dan sekaligus untuk melakukan promosi positif tentang visi, misi eksistensi dan citra PPAD baik secara internal (ke dalam kalangan purnawirawan TNI dan institusi TNI AD) maupun eksternal (kepada publik).
Lahirnya PPAD tidak lepas dari dinamika kehidupan bangsa-negara yang masih memerlukan banyak pengorbanan waktu, energi, biaya dan upaya untuk membangkitkan kembali gairah/ethos pembangunan bangsa ini termasuk nation and character building-nya yang oleh berbagai kalangan kritis dinilai kian memudar belakangan ini. Tendensi berburu harta dan kekuasaan di kalangan elite sehingga ada ungkapan kritis “power seeking politicians” dan “great seeking bureaucrats” begitu telanjang dipertontonkan di teater politik nasional. Realitas ini tentu saja mengundang keprihatinan sekaligus merangsang banyak kalangan untuk ikut aktif memberikan sumbangsih sejauh kemampuan demi kepentingan nasional.
Kendatipun kelahirannya antara lain untuk menyikapi perkembangan keadaan (dimensi sosial/eksternal dari organisasi). PPAD pada hakikatnya bukanlah Parpol dan bukan pula ormas yang berorientasi atau berafiliasi kepada kekuatan politik tertentu melainkan bersifat forum/paguyuban yang tidak berorientasi politik praktis. Hal ini dikarenakan tujuan organisasi ini adalah terutama memaksimalkan perhatian bagi para purnawirawan AD sendiri sekaligus menyalurkan aspirasi mereka yang sejalan dengan visi dan misi organisasi (dimensi institusional/internal).
Dengan demikian jika ada anggota PPAD yang terjun ke dunia politik praktis (misalnya menjadi pengurus Parpol ataupun terpilih sebagai anggota DPR melalui Pemilu), yang bersangkutan berkiprah lebih sebagai pribadi yang otonom bukan mewakili organisasi PPAD meskipun dalam perjuangannya dapat saja bahkan sejatinya harus memperjuangkan visi organisasi yang sejalan dengan kepentingan Nasional. Namun kendati tidak berwatak/berorientasi kekuasan (politik praktis). PPAD tetap peduli dan mencermati dinamika politik nasional dan secara proaktif-kritis ikut mengingatkan pemerintah/masyarakat bangsa manakala dinamika tersebut membahayakan kepentingan Nasional
Visi, Fungsi dan Tugas.
Seringkali muncul pertanyaan “kritis” di kalangan publik mengapa atau untuk apakah para purnawirawan yang kebanyakan sudah sepuh itu masih respect dengan “urusan negara” sampai ikut sibuk pula dalam organisasi seperti PPAD?
Pertanyaan ini dapat dijawab dengan ungkapan klasik “The old soldiers never die they just fade away” . Adagium ini mencerminkan spirit perjuangan/kejuangan para purnawirawan yang tidak pernah lekang oleh waktu dan tidak akan pupus oleh gerak zaman. Ungkapan itu sekaligus merupakan motto yang mendorong para purnawirawan untuk terus berdharmabakti dimanapun mereka berkiprah saat ini dengan cara apapun yang positif-konstruktif.
Dalam ungkapan yang lebih “heroik-romantis” , sebagai “bhayangkari negara/bangsa para prajurit TNI (termasuk purnawirawan TNI AD) tidak akan pernah berhenti berjuang/berkarya. Mengutip Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono, mereka baru berhenti dalam arti sesungguhnya setelah tidak lagi mampu mendengar tembakan salvo kendati berbunyi di samping telinga.
Dengan demikian kelahiran dan visi PPAD tidak keluar dari bingkai semangat pengabdian yang sama seperti ketika para purnawirawan masih aktif berdinas di TNI dengan concern yang tetap sama kuat dan jiwa yang sangat tangguhnya terhadap Kepentingan Nasional. Tentu saja eksistensi PPAD tetap diwarnai apresiasi yang tinggi terhadap Persatuan Purnawirawan Angkatan lain/Polri yang sudah lahir lebih dahulu. Posisi/kedudukan PPAD dengan Pepabri misalnya bersifat koordinatif demikian pula dengan TNI AD bersifat koordinatif plus administrasi karena menyangkut urusan pensiun para purnawirawan.
Terkait dengan visinya pula anggota PPAD bebas menentukan pilihan politik (praktis) guna menyalurkan aspirasi politik pribadinya namun dalam hal-hal aspek yang bersifat ke-Sapta Marga-an para anggota berpayung pula misi-misi PPAD lalu apakah visi/tujuan PPAD itu ?
Visinya tegas dan jelas yakni bersama-sama TNI dan komponen bangsa lainnya PPAD ikut menjaga/melindungi Bangsa dan Negara Kesatuan RI (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Paralel dengan itu PPAD hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang ditempatkan dalam bingkai kebangsaan kenegaraan dan diarahkan untuk Kepentingan Nasional.
Agar visi besar itu dapat dibumikan maka perlu ada fungsi dan tugas yang harus diemban dan diimplementasikan PPAD dalam karya nyata. Fungsi pertama . Sebagai bhayangkara negara/bangsa Indonesia dengan corak/dimensi atau fokus pada aspek Kejuangan, Bina Organisasi dan Pemuda/wanita. Tentu saja untuk melaksanakan fungsi Bhayangkara tidak lagi seperti semasa aktif tapi implementasinya tetap bermuara pada upaya memelihara jiwa/sikap kejuangan dan komitmen warga PPAD terhadap negara/bangsa serta turut memagari Pancasila, UUD 1945 dan kepentingan nasional lainnya.
Kedua fungsi pengkajian yang mutlak perlu dalam suatu organisasi guna memantau perkembangan mengkritisi keadaan mengiventarisasi problematika bangsa (termasuk internal PPAD maupun TNI/TNI AD) mencari dan memformulasikan solusi atau alternatif jawaban kritis terhadap masalah serta mendesain langkah-langkah ke depan. Diharapkan PPAD dapat memberikan sumbangan pemikiran melakukan analisis atau kajian kritis tentang permasalahan domestik (bangsa/negara), isu-isu strategis internasional/luar negeri dan masalah internal TNI (khususnya AD).
Ketiga fungsi sosial (dengan aksentuasi pada kesejahteraan anggota). Hal ini sangat relevan bahkan mendesak karena misalnya banyak anggota/purnawirawan di daerah yang sakit ataupun meninggal tanpa sempat diperhatikan bahkan tidak terpantau sama sekali. Ini merupakan simpium ketidakadilan karena betapapun mereka telah berjuang dan berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara kita. Oleh karenanya PPAD peduli untuk memelihara dan meningkatkan kesejahteraan warganya dan melakukan kegiatan sosial terutama dibidang pendidikan dan perawatan yang meninggal/kena musibah.
Penutup
Sekali lagi PPAD tidak berorientasi politik praktis atau mencari kekuasaan namun kehadirannya diharapkan mampu ikut membangun iklim kehidupan masyarakat yang kian kritis produktif dan kontributif bagi upaya peningkatan kualitas demokrasi dan membangun bangsa secara multidimensional tanpa kehilangan roh yang dihembuskan oleh para founding fathers sebagaimana terpatri dalam Pembukaan UUD 45.
Mudah-mudahan PPAD dapat bersenyawa dengan berbagai element bangsa yang pro-NKRI menganyam kerjasama yang sinergis dan mutualis demi kepentingan Nasional yang adalah cita-cita kita bersama Semoga !. KIKI SYAHNAKRI, Letnan Jenderal TNI (Purn), Ketua Badan Pengkajian PPAD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar