Mengenal PPAD
Purnawirawan TNI AD
MENGENAL PERSATUAN PURNAWIRAWAN TNI ANGKATAN DARAT (PPAD)
Oleh : KIKI SYAHNAKRI
Banyak kalangan yang belum mengenal bahkan mungkin
belum sempat mendengar nama PPAD singkatan dari Persatuan Purnawirawan
(TNI) Angkatan Darat. Berkaitan dengan HUT-nya yang ke-3 pada tanggal 6
Agustus 2006 kemarin kiranya perlu diperkenalkan organisasi berumur
belia ini kepada publik. Apalagi HUT tersebut dijadikan momentum untuk
melakukan refleksi dan sekaligus untuk melakukan promosi positif tentang
visi, misi eksistensi dan citra PPAD baik secara internal (ke dalam
kalangan purnawirawan TNI dan institusi TNI AD) maupun eksternal (kepada
publik).
Lahirnya PPAD tidak lepas dari dinamika kehidupan
bangsa-negara yang masih memerlukan banyak pengorbanan waktu, energi,
biaya dan upaya untuk membangkitkan kembali gairah/ethos pembangunan
bangsa ini termasuk nation and character building-nya yang oleh berbagai
kalangan kritis dinilai kian memudar belakangan ini. Tendensi berburu
harta dan kekuasaan di kalangan elite sehingga ada ungkapan kritis
“power seeking politicians” dan “great seeking bureaucrats” begitu
telanjang dipertontonkan di teater politik nasional. Realitas ini tentu
saja mengundang keprihatinan sekaligus merangsang banyak kalangan untuk
ikut aktif memberikan sumbangsih sejauh kemampuan demi kepentingan
nasional.
Kendatipun kelahirannya antara lain untuk menyikapi
perkembangan keadaan (dimensi sosial/eksternal dari organisasi). PPAD
pada hakikatnya bukanlah Parpol dan bukan pula ormas yang berorientasi
atau berafiliasi kepada kekuatan politik tertentu melainkan bersifat
forum/paguyuban yang tidak berorientasi politik praktis. Hal ini
dikarenakan tujuan organisasi ini adalah terutama memaksimalkan
perhatian bagi para purnawirawan AD sendiri sekaligus menyalurkan
aspirasi mereka yang sejalan dengan visi dan misi organisasi (dimensi
institusional/internal).
Dengan demikian jika ada anggota PPAD yang terjun ke
dunia politik praktis (misalnya menjadi pengurus Parpol ataupun terpilih
sebagai anggota DPR melalui Pemilu), yang bersangkutan berkiprah lebih
sebagai pribadi yang otonom bukan mewakili organisasi PPAD meskipun
dalam perjuangannya dapat saja bahkan sejatinya harus memperjuangkan
visi organisasi yang sejalan dengan kepentingan Nasional. Namun kendati
tidak berwatak/berorientasi kekuasan (politik praktis). PPAD tetap
peduli dan mencermati dinamika politik nasional dan secara
proaktif-kritis ikut mengingatkan pemerintah/masyarakat bangsa manakala
dinamika tersebut membahayakan kepentingan Nasional
Visi, Fungsi dan Tugas.
Seringkali muncul pertanyaan “kritis” di kalangan
publik mengapa atau untuk apakah para purnawirawan yang kebanyakan sudah
sepuh itu masih respect dengan “urusan negara” sampai ikut sibuk pula
dalam organisasi seperti PPAD?
Pertanyaan ini dapat dijawab dengan ungkapan klasik
“The old soldiers never die they just fade away” . Adagium ini
mencerminkan spirit perjuangan/kejuangan para purnawirawan yang tidak
pernah lekang oleh waktu dan tidak akan pupus oleh gerak zaman. Ungkapan
itu sekaligus merupakan motto yang mendorong para purnawirawan untuk
terus berdharmabakti dimanapun mereka berkiprah saat ini dengan cara
apapun yang positif-konstruktif.
Dalam ungkapan yang lebih “heroik-romantis” , sebagai
“bhayangkari negara/bangsa para prajurit TNI (termasuk purnawirawan TNI
AD) tidak akan pernah berhenti berjuang/berkarya. Mengutip Jenderal TNI
(Purn) Widjojo Soejono, mereka baru berhenti dalam arti sesungguhnya
setelah tidak lagi mampu mendengar tembakan salvo kendati berbunyi di
samping telinga.
Dengan demikian kelahiran dan visi PPAD tidak keluar
dari bingkai semangat pengabdian yang sama seperti ketika para
purnawirawan masih aktif berdinas di TNI dengan concern yang tetap sama
kuat dan jiwa yang sangat tangguhnya terhadap Kepentingan Nasional.
Tentu saja eksistensi PPAD tetap diwarnai apresiasi yang tinggi terhadap
Persatuan Purnawirawan Angkatan lain/Polri yang sudah lahir lebih
dahulu. Posisi/kedudukan PPAD dengan Pepabri misalnya bersifat
koordinatif demikian pula dengan TNI AD bersifat koordinatif plus
administrasi karena menyangkut urusan pensiun para purnawirawan.
Terkait dengan visinya pula anggota PPAD bebas
menentukan pilihan politik (praktis) guna menyalurkan aspirasi politik
pribadinya namun dalam hal-hal aspek yang bersifat ke-Sapta Marga-an
para anggota berpayung pula misi-misi PPAD lalu apakah visi/tujuan PPAD
itu ?
Visinya tegas dan jelas yakni bersama-sama TNI dan
komponen bangsa lainnya PPAD ikut menjaga/melindungi Bangsa dan Negara
Kesatuan RI (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Paralel
dengan itu PPAD hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang ditempatkan dalam
bingkai kebangsaan kenegaraan dan diarahkan untuk Kepentingan Nasional.
Agar visi besar itu dapat dibumikan maka perlu ada
fungsi dan tugas yang harus diemban dan diimplementasikan PPAD dalam
karya nyata. Fungsi pertama . Sebagai bhayangkara negara/bangsa
Indonesia dengan corak/dimensi atau fokus pada aspek Kejuangan, Bina
Organisasi dan Pemuda/wanita. Tentu saja untuk melaksanakan fungsi
Bhayangkara tidak lagi seperti semasa aktif tapi implementasinya tetap
bermuara pada upaya memelihara jiwa/sikap kejuangan dan komitmen warga
PPAD terhadap negara/bangsa serta turut memagari Pancasila, UUD 1945 dan
kepentingan nasional lainnya.
Kedua fungsi pengkajian yang mutlak perlu dalam suatu
organisasi guna memantau perkembangan mengkritisi keadaan
mengiventarisasi problematika bangsa (termasuk internal PPAD maupun
TNI/TNI AD) mencari dan memformulasikan solusi atau alternatif jawaban
kritis terhadap masalah serta mendesain langkah-langkah ke depan.
Diharapkan PPAD dapat memberikan sumbangan pemikiran melakukan analisis
atau kajian kritis tentang permasalahan domestik (bangsa/negara),
isu-isu strategis internasional/luar negeri dan masalah internal TNI
(khususnya AD).
Ketiga fungsi sosial (dengan aksentuasi pada
kesejahteraan anggota). Hal ini sangat relevan bahkan mendesak karena
misalnya banyak anggota/purnawirawan di daerah yang sakit ataupun
meninggal tanpa sempat diperhatikan bahkan tidak terpantau sama sekali.
Ini merupakan simpium ketidakadilan karena betapapun mereka telah
berjuang dan berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara kita. Oleh
karenanya PPAD peduli untuk memelihara dan meningkatkan kesejahteraan
warganya dan melakukan kegiatan sosial terutama dibidang pendidikan dan
perawatan yang meninggal/kena musibah.
Penutup
Sekali lagi PPAD tidak berorientasi politik praktis
atau mencari kekuasaan namun kehadirannya diharapkan mampu ikut
membangun iklim kehidupan masyarakat yang kian kritis produktif dan
kontributif bagi upaya peningkatan kualitas demokrasi dan membangun
bangsa secara multidimensional tanpa kehilangan roh yang dihembuskan
oleh para founding fathers sebagaimana terpatri dalam Pembukaan UUD 45.
Mudah-mudahan PPAD dapat bersenyawa dengan berbagai
element bangsa yang pro-NKRI menganyam kerjasama yang sinergis dan
mutualis demi kepentingan Nasional yang adalah cita-cita kita bersama
Semoga !. KIKI SYAHNAKRI, Letnan Jenderal TNI (Purn), Ketua Badan
Pengkajian PPAD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar